world index


Live World Indices are Powered by Forexpros - The Leading Financial Portal.

terima kasih atas kunjungan anda

cara baca indikator ACCUM

Inilah.com - Pasarmodal

contoh analisa acum

LINK OBROLAN BANDAR

Saham Pemenang

Anggun Trader

TH & Partners

All about Trading

Analisa Saham | Anton.J | Analisa Teknikal

Analisa Saham

Rencana Trading Saham Indonesia

IMQ RSS Feed: IMQ Update

Strategy Desk - Profit With Us

Hendy Karsito

Investa

Senin, 04 November 2013

Data Explorer untuk 6 November 2013





catatan  hari ini untuk investor
$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$
“Risk comes from not knowing what you're doing”
― Warren Buffett
“Rule No. 1 : Never lose money. 
Rule No. 2 : Never forget Rule No. 1.”
― Warren Buffett
 “Be Fearful When Others Are Greedy and Greedy When Others Are Fearful”
― Warren Buffett
“I will tell you the secret to getting rich on Wall Street. You try to be greedy when others are fearful. And you try to be fearful when others are greedy.”
― Warren Buffett


$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

Friends sabar yah















selalu perhatikan Regional
Jika hijau
ada harapan kita ikutan hijau
walau ga selalu
tetap setia pada trading plan dan money management anda
untuk saham yang sdh naik tinggi selalu gunakan trailing stop


 Data dibawah adalah hasil explorer spekulatif
 Data dibawah adalah hasil explorer breakout (BO) dan yang mendekati garis breakout (dkt BO)
 Data dibawah adalah hasil explorer saham yg naik tgl 4 November 2013

keterangan data kolom explorer
1.name = nama saham
2.data = bo artinya saham yang sdh breakout
dekat bo artinya harga saham saat ini mendekati garis breakout
3.data = menunjukan posisi indikator pada saat ini apakah
cross ma 21 artinya candle naik memotong garis ma 21
cross ma 5 artinya candle naik memotong garis ma 5
cross wma 14 artinya candle naik memotong garis wma 14
cross ema 28 artinya candle naik memotong garis ema 28 dst nya
10 x 24 artinya golden cross ema 10 dengan ema 24
MA 7 x MA 21 artinya ma 7 golden cross dengan ma 21
BB buy artinya indikator bollinger band menunjukan signal beli
stochastic cross artinya indikator stochastic menunjukan signal beli
MACD cross artinya indikator macd menunjukan signal beli
4. ma trend = menunjukan trend berdasarkan moving average
5. O = harga pembukaan
6. L = harga terendah
7. H = harga tertinggi
8. C = harga penutupan
9. peak = garis break out
10. entry BO = titik masuk jika anda mengunakan strategi breakout trading
11.ATH = harga tertinggi menurut data yang ada di chart saya
12.trough = garis bawah/support pada metode breakout trading
13.CL = cutloss /titik keluar jika menggunakan metode break out trading
14. TR STOP = trailing stop jika anda sdh punya posisi
15 % V change = perubahan percentasi volume dibanding kemarin
16. konfimasi = garis harga untuk metode spekulasi trading hari ini
17. sblmnya = CANDLE sebelumnya misal 2x green = sdh dua hari hijau dst nya
18. V today = volume hari ini (sesuai tanggal explorer)
19. V yesterday = volume kemarin
20. pola candle = menjelaskan tentang candle hari ini (sesuai tanggal explorer)
21. MFI 14 = posisi MFI saat ini jika hijau berati lebih tinggi dari kemarin
jika merah berarti lebih rendah dari kemarin /lihat juga angkanya
22. RSI 14 = posisi RSI saat ini jika hijau berati lebih tinggi dari kemarin
jika merah berarti lebih rendah dari kemarin /lihat juga angkanya
23. ADX 14 = posisi ADX saat ini jika hijau berati lebih tinggi dari kemarin
jika merah berarti lebih rendah dari kemarin /lihat juga angkanya
24. stochastic = menunjukan posisi indikator stochastic
range = ada diantara oversold dan overbought
OB = over bought
OS = over sold

silahkan gunakan data disesuaikan dengan gaya/metode trading anda
semoga berguna


batas buy = 6% diatas garis breakout/PEAK (resiko sdh tinggi walaupun tetap mungkin naik )

H3M = harga tertinggi selama 3 bulan di data chart saya
H6M = harga tertinggi selama 6 bulan di data chart saya
H9M = harga tertinggi selama 9 bulan di data chart saya

H1Y = harga tertinggi selama 1 tahun  di data chart saya
H2Y = harga tertinggi selama 2 tahun di data chart saya
H3Y = harga tertinggi selama 3 tahun di data chart saya


jika pada kolom nama saham berwarna pink itu artinya harga saham sudah lebih 6% diatas garis peak yang artinya resiko agak tinggi kalau masuk  ,walau tetap ada kemungkinan naik lebih tinggi lagi. antisipasi dengan auto stoploss  dan kalau yang sdh punya pasang trailing stop.



jika pada kolom nama saham berwarna hijau  itu artinya harga saham masih dibawah garis  6% dari garis peak yang artinya resiko lebih rendah  kalau masuk  ,walau tetap ada kemungkinan turun lagi . antisipasi dengan auto stoploss  dan kalau yang sdh punya pasang trailing stop.

1. untuk trader break out perhatikan 1step dari peak untuk entry dan 1 step dibawah trough untuk cutloss

2. untuk trader spekulative lainnya  gunakan angka confirm utk entry


=====================================









untuk mengetahui situasi saat ini








silahkan kunjungi

http://investasi.kontan.co.id/rubrik/27/Market-Rekomendasi
http://pasarmodal.inilah.com/
http://stockbit.com/symbol/IHSG
http://bisniskeuangan.kompas.com/keuangan
http://finance.detik.com/kanal/1035/finansial?ft1035

jika suatu saat blog ini sulit dibuka 
anda bisa kunjungi blog saya yg lain

http://mystockdata.blogspot.com/







 atau








atau
http://ihsgstocks.blogspot.com/

saat ini ke 3 blog itu sama isinya ,mungkin satu saat saya akan buat berbeda .








pesan dan saran bisa disampaikan
melalui email  ke
 sahamdanihsg@gmail.com

=====================================






 situs lain yang sangat bagus anda kunjungi 










http://bei5000.com/

http://tradingbarengkoko.blogspot.com/

http://www.ellen-may.com/v2/

 TIPs 

jangan melawan market,dia bergerak semau dia,
dia tidak peduli anda siapa ,
dia tidak mau tahu apakah anda sudah rugi banyak
atau sudah untung banyak
market bergerak sesuka hati dia .
dan market selalu benar.
yang harus kita lakukan adalah melindungi modal kita
dengan trading plan dan money management serta mindset yang baik,
tahu kapan beli kapan jual dan kapan menjauh
kita tidak perlu trading setiap hari
trading bukan games tapi bisnis
jika peluang cuan lebih kecil dari resiko
sebaiknya kita menjauh
sedikit tips =
* selalu perhatikan trend,dan data lainnya .
* lakukan analisa secara fa dan ta sebelum masuk market,buat trading plannya .
* Jika masuk market, selalu pasang Stop Loss.
* Jika sudah untung segera ambil berdasarkan strategi trading anda, jangan serakah.
* jika salah Harus berani cut loss sebelum market menghabiskan modal Anda.
* jika selalu rugi lebih baik berhenti dan belajar lagi.
* jaga kesehatan anda .
pelajari gayanya
semoga kita bisa cuan konsisten

=====================================

Top 40 Buffett-isms: Inspiration To Become A Better Investor

 
The following quotes from the legendary investor himself should help guide you in your own investment decisions.
1. “Rule No. 1: Never lose money. Rule No. 2: Never forget Rule No. 1.”
2. “Wall Street is the only place that people ride to in a Rolls Royce to get advice from those who take the subway.”
3. “Whether we’re talking about socks or stocks, I like buying quality merchandise when it is marked down.”
4. “I try to buy stock in businesses that are so wonderful that an idiot can run them. Because sooner or later, one will.”
5. “Never invest in a business you can’t understand.”
6. “Stop trying to predict the direction of the stock market, the economy or elections.”
7. “It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it. If you think about that, you’ll do things differently.”
8. “You only have to do a very few things right in your life so long as you don’t do too many things wrong.”
9. “It’s far better to buy a wonderful company at a fair price than a fair company at a wonderful price.”
10. “Only buy something that you’d be perfectly happy to hold if the market shut down for 10 years.”
11. “We simply attempt to be fearful when others are greedy and to be greedy only when others are fearful.”
12. “Only when the tide goes out do you discover who’s been swimming naked.”
13. “It’s better to hang out with people better than you. Pick out associates whose behavior is better than yours and you’ll drift in that direction.”

14. “Our favorite holding period is forever.”
15. “I don’t look to jump over seven-foot bars; I look around for one-foot bars that I can step over.”
16. “If a business does well, the stock eventually follows.”

17. “Why not invest your assets in the companies you really like? As Mae West said, ‘Too much of a good thing can be wonderful.”
18. “Price is what you pay. Value is what you get.”
19. “Wide diversification is only required when investors do not understand what they are doing.”
20. “Time is the friend of the wonderful company, the enemy of the mediocre.”
21. “Derivatives are financial weapons of mass destruction.”
22. “In the business world, the rearview mirror is always clearer than the windshield.”
23. “Risk comes from not knowing what you’re doing.”
24. “Look at market fluctuations as your friend rather than your enemy; profit from folly rather than participate in it.”
25. “If you are in a poker game and after 20 minutes you don’t know who the patsy is, then you’re the patsy.”
26. “Beware of geeks bearing formulas.”
27. “If you don’t feel comfortable owning something for 10 years, then don’t own it for 10 minutes.”
28. “Buy companies with strong histories of profitability and with a dominant business franchise.”
29. “It is not necessary to do extraordinary things to get extraordinary results.”

30. “Risk can be greatly reduced by concentrating on only a few holdings.”
31. “The critical investment factor is determining the intrinsic value of a business and paying a fair or bargain price.”
32. “Unless you can watch your stock holding decline by 50% without becoming panic-stricken, you should not be in the stock market.”

33. “I never attempt to make money on the stock market. I buy on the assumption that they could close the market the next day and not reopen it for five years.”
34. “Turnarounds seldom turn.”
35. “Great investment opportunities come around when excellent companies are surrounded by unusual circumstances that cause the stock to be mis-appraised.”
36. “In the short term, the market is a popularity contest. In the long term, the market is a weighing machine.”
37. “A very rich person should leave his kids enough to do anything, but not enough to do nothing.”
38. “Someone’s sitting in the shade today because someone planted a tree a long time ago.”
39. “Much success can be attributed to inactivity. Most investors cannot resist the temptation to constantly buy and sell.”
40. “The advice ‘you never go broke taking a profit’ is foolish.”

sumber :
 http://www.forbes.com/sites/agoodman/2013/09/25/the-top-40-buffettisms-inspiration-to-become-a-better-investor/3/








================================================================


Lo Kheng Hong: Saya Simpan Uang dengan Beli Saham



www.inilah.com
 
Headline
Lo Kheng Hong - (Foto:istimewa)
Oleh: Seno Tri Sulistiyono
pasarmodal - Kamis, 3 Oktober 2013 | 17:13 WIB
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2035172/lo-kheng-hong-saya-simpan-uang-dengan-beli-saham#.UnewW1PlOdo
INILAH.COM, Jakarta - Lo Kheng Hong, salah satu investor sukses di pasar saham memberikan beberapa trik jika ingin berinvestasi di pasar modal.

"Membeli saham saya melihat perusahaan tersebut, bukan dari faktor makro. Jadi saya melihat apakah perusahaan tersebut bisa berkembang ke depannya atau tidak," kata Lo Kheng Hong saat ditemui di gedung Kresna Tower di Jakarta, Kamis (3/10/2013). Hari ini dia mendapat tugas menjadi Duta Kresna oleh PT Kresna Graha Securindo Tbk (KREN).

Menurut dia, berinvestasi di pasar modal lebih menjanjikan keuntungannya dibandingkan menyimpan uangnya di bank yang memang memiliki resiko rendah.

"Saya simpan uang, sedikit demi sedikit. Saya tidak menyimpan uang saya di bank tetapi saya membeli saham yang saya pikir perusahaan tersebut akan maju ke depannya dan harga sahamnya akan naik," tutur dia.

Lo Kheng Hong merupakan mantan pegawai tata usaha di salah satu bank swasta di Indonesia. Dia mulai masuk ke dunia pasar modal sejak 1989. Pengalamannya berinvestasi di pasar modal membuat dia memperoleh keuntungan ratusan ribu persen. Saat ini memiliki aset triliunan rupiah dalam bentuk saham. [hid]

======================================

 http://www.investor.co.id/home/lo-kheng-hong-menjadi-kaya-sambil-tidur/23199
Lo Kheng Hong, Menjadi Kaya Sambil Tidur
Senin, 31 Oktober 2011 | 11:32




Sembari ongkang-ongkang kaki, lenggang kangkung, dan tidur pulas, Lo Kheng Hong bisa menjadi miliarder di pasar saham dan mengeduk gain hingga 150.000%. Itukah buah filosofi ‘menjadi kaya sambil tidur’?

Asetnya di pasar saham disebut-sebut bernilai triliunan rupiah. Ia mengoleksi sejumlah saham yang mampu mencetak keuntungan investasi (capital gain) hingga ratusan, ribuan, bahkan ratusan ribu persen. Tapi, jangan bayangkan pria berusia 52 tahun ini punya karakter dan penampilan glamour, agresif, dinamis, meledak- ledak, atau beradrenalin tinggi.

Lo Kheng Hong adalah pribadi yang bersahaja, sabar, rendah hati, kalem, bahkan terkesan dingin. Boleh jadi, pembawaannya inilah yang menjadikan Kheng Hong sukses sebagai investor di pasar saham.

Yang pasti, Kheng Hong tak hanya lihai memilih saham-saham yang mampu menghasilkan gain besar. Ia juga mahir memosisikan diri di lantai bursa, baik saat pasar bearish maupun bullish. Tapi Kheng Hong bukan tipe investor yang sepanjang hari memelototi pergerakan harga saham atau setiap saat mencermati perkembangan isu, rumor, dan berita di lantai bursa, dengan kewaspadaan ekstra tinggi. Ia juga tidak melengkapi diri dengan handphone canggih, laptop terkini, notebook, iPad, atau perangkat paling mutakhir sejenisnya.

Kheng Hong memang lebih memosisikan diri sebagai investor jangka panjang ketimbang investor jangka pendek atau trader. Mungkin, itulah sebabnya, kalangan praktisi pasar saham menjulukinya sebagai ‘Warren Buffett Indonesia’.

“Investor di pasar saham kebanyakan ikut-ikutan dan tidak mengerti saham apa yang dibeli. Kebanyakan orang panik karena mereka tidak tahu apa yang mereka beli. Semakin cepat panik seorang investor, semakin menunjukkan bahwa ia tidak tahu apa-apa,” kata Lo Kheng Hong kepada wartawan Investor Daily Nurfiyasari dan Abdul Aziz serta pewarta foto Eko S Hilman di Jakarta, baru-baru ini.

Bagi ayah dua anak ini, lebih menguntungkan menjadi investor jangka panjang dibanding menjadi trader. “Kalau trading, dapatnya receh dan bisa bikin stres. Kalau pegang saham dalam jangka panjang, dapat uangnya besar,” ujar Kheng Hong.

Kematangan, kecerdasan, ketenangan, dan kesabaran telah menjadikan Lo Kheng Hong sebagai pemain saham sejati. Berkat itu pula ia berhasil lolos dari krisis moneter 1997- 1998, bahkan kemudian menangguk keuntungan hingga 150.000%. ”Waktu krisis 2008, saya sempat jatuh. Malah sewaktu krisis 1997-1998, saya sempat jatuh hingga uang saya tinggal 15%. Tapi uang itu saya tukar ke saham. Akhirnya uang saya meningkat 150.000% sampai saat ini,” tuturnya.

Yang unik, aset kekayaan Lo Kheng Hong hampir seluruhnya dalam bentuk saham sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia sama sekali tidak tergoda untuk mendiversifikasi investasinya ke instrumen lain, seperti emas, properti, atau kendaraan Bahkan, mantan kepala cabang Bank Ekonomi ini sama sekali tak tertarik untuk mendirikan perusahaan, termasuk perusahaan sekuritas.

“Saya hanya punya 15% dana cash untuk jaga-jaga supaya kalau terjadi krisis saya masih punya uang untukmembeli saham. Saya tidak bekerja, tidak punya perusahaan, tidak punya pelanggan seorang pun, tidak punya karyawan seorang pun, dan tak punya bos. Hanya punya seorang sopir dan dua pembantu,” papar Lo Kheng Hong yang sudah 22 tahun bermain saham.

Apa saja tips Lo Kheng Hong hingga ia mampu mengeduk keuntungan besar dari pasar saham? Bagaimana harus bersikap saat pasar mengalami bullish, bearish, atau crash? Berikut petikan lengkap wawancara dengan pria yang mengaku berasal dari keluarga tak mampu dan kelak berniat menyumbangkan kekayaannya kepada fakir miskin tersebut.

Kenapa Anda tertarik bermain saham?
Saya tertarik bermain saham karena saham dapat memberikan keuntungan yang besar dan tidak capek seperti di sektor riil.

Apa enaknya menjadi investor saham?
Pertama, seorang pemain saham dapat menjadi orang yang terkaya di dunia, seperti Warren Buffett. Banyak orang yang tidak tahu dan tidak percaya. Mereka hanya tahu banyak orang yang rugi, orang kaya jadi miskin karena bermain saham, bahkan ada yang bunuh diri karena saham.

Kedua, seorang pemain saham punya banyak waktu, bebas, dan tidak dipusingkan oleh urus-mengurus karyawan, pelanggan, dan lain-lain. Di perusahaan, status investor saham adalah sleeping partner, sehingga waktu luangnya bisa diisi dengan hal-hal yang disukai.

Ketiga, semua keuntungan perusahaan menjadi milik pemegang saham, padahal yang bekerja keras adalah direksi, komisaris, manajer, dan seluruh karyawan, tetapi mereka hanya menerima gaji dan bonus. Mereka tidak punya hak untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. Memiliki perusahaan yang untung besar seperti memiliki mesin pencetak uang.

Sejak kapan Anda bermain saham?
Saya bermain saham sejak 1989, 22 tahun yang lalu. Saya dilahirkan dari keluarga yang berpenghasilan rendah. Orangtua hanya pegawai kecil. Saat tamat SMA, saya belum punya biaya untuk kuliah. Kemudian saya jadi pegawai tata usaha di bank, waktu itu saya disuruh-suruh untuk fotokopi dan lainnya. Kemudian saya bisa bekerja sambil kuliah. Saya pilih kampus yang murah sesuai kemampuan keuangan. Saat bekerja di bank itulah, saya mulai main saham. Saya sempat menjadi kepala cabang. Saya kemudian keluar dari bank dan fokus main saham.

Anda saat ini punya saham apa saja?
Saya punya saham sekitar 30 emiten, antara lain di Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI), dengan kepemilikan 8,29% lebih. Saham saya banyaknya bukan di LQ45. Kepemilikan saya di saham lain di bawah 5%. Saya tipe investor jangka panjang.

Kalau trading, dapatnya receh, kalau jangka panjang dapat uangnya besar. Saya pegang saham ini sudah enam tahun. Saya beli tahun 2005 seharga Rp 250 dan harganya sempat menyentuh Rp 31.500. Belum saya jual, padahal gain-nya sudah 12.600%.

Cara Anda memilih saham?
Saya lihat manajemen. Apakah menerapkan good corporate governance (GCG) atau tidak. Saya cari dari kompetitornya, biasanya mereka tahu. Saya cari tahu agar tidak beli kucing dalam karung, karena ini menyangkut harta saya. Jangan membeli sesuatu yang tidak kita tahu. Lihat manajemen, apakah pengelolanya jujur atau tidak. Jangan sampai pengelolanya suka ambil uang perusahaan, sehingga saya sebagai sleeping partner dirugikan.

Istilahnya, yang menjadi pertimbangan pertama adalah manajemen, kedua manajemen, ketiga manajemen, baru yang lain. Kemudian lihat sektor usahanya, bagus atau tidak. Ada sektor yang kurang menarik, misalnya sepatu, tekstil, dan garmen. Tetapi ada juga yang menarik, seperti kelapa sawit dan pakan ayam.

Orang banyak makan ayam karena ayam merupakan sumber protein termurah dan dampak negatifnya terhadap kesehatan lebih rendah dibanding yang lain. Perhatikan juga apakah emiten bersangkutan mengalami pertumbuhan atau tidak.

Kriteria pertumbuhan, konkretnya seperti apa?
Ada empat tipe perusahaan. Pertama, perusahaan yang rugi terus, ada yang kadang untung, dan kadang merugi. Kemudian, perusahaan yang untung besar terus, tapi stagnan. Ada juga perusahaan yang growing secara berkala, misalnya dari Rp 2 triliun, Rp 5 triliun, dan seterusnya. Ini perusahaan yang baik dan yang saya cari. Lihat kinerjanya lima tahun ke belakang. Lihat masa lalunya.

Bagaimana jika lima tahun pertama tumbuh, tetapi lima tahun berikutnya ternyata turun?
Biasanya kalau lima tahun ke belakang tumbuh, ke depannya akan mengalami hal yang sama. Kalau sudah lima tahun berturut-turut growing, tandanya itu super company.

Setelah melihat fundamental emiten, apa lagi yang Anda perhatikan?

Harga. Saya lihat dari price to earning ratio (PER)-nya. Jangan bilang saham A karena harganya Rp 250 dibilang murah, dan saham B yang harganya Rp 70.000 dibilang mahal. Maksudnya, saham yang harganya Rp 70.000 bisa lebih murah dibanding saham yang harganya Rp 250. Kita lihat kemampuan emitennya dalam membukukan keuntungan.

Berapa PER yang ideal saat membeli suatu saham?
Saya pikir, yang reasonable untuk dibeli yaitu yang PER-nya di bawah lima kali, itu sangat menarik dan potensial. Tapi biasanya perusahaan yang sudah baik dan manajemennya bagus, PER-nya sudah di atas 10 kali.

Soal timing, kapan saat yang paling tepat untuk masuk pasar?

Yang paling bagus membeli saham adalah saat sedang krisis seperti di Yunani, Eropa, dan AS. Ada pepatah lama yang tidak perlu dilupakan, buy on weakness. Dan, harus be greedy when others are fearful dan sebaliknya, be fearful when others greedy.

Bukankah itu sulit diterapkan?
Saya banyak baca buku tentang Warren Buffett. Saya belajar dari orang yang sudah terbukti berhasil investasi di pasar saham. Dia sudah membuktikannya, bahkan menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Nggak mungkin kan kalau saya belajar dari Bernard Madoff? Ha, ha, ha, ha...

Ternyata orang seperti Madoff, mantan bos bursa Nasdaq tapi tidak bisa mengelola uang nasabah. Ini menunjukkan bahwa dia hanya tahu semua peraturan di bursa saham, tetapi tidak mengetahui bagaimana cara menjadi kaya di pasar saham.

Berarti, kuncinya ada di mental?

Mental bisa bagus saat kita tahu apa yang kita beli. Kebanyakan orang panic karena mereka tidak tahu apa yang mereka beli. Ini pelajaran penting. Saya berikan ilustrasi. Waktu itu saya ke Harvard University, saya tanya biaya kuliah di sana berapa? Ternyata bisa sampai US$ 40.000, keluar dari sana semua jadi orang pintar. Dengan belajar seharga US$ 40.000, kita bisa menjadi orang pintar.

Tapi di pasar saham, kita sudah habiskan puluhan miliar rupiah belum tentu jadi pintar, malah bisa tambah bingung, seperti Madoff yang sudah menghabiskan uang masyarakat sebesar US$ 60 miliar, apakah dia menjadi pintar? Bisa saja di penjara dia berpikir, kenapa saham yang dibeli turun dan yang dijual justru naik.

Jadi, intinya pintar saja tidak cukup. Untuk menjadi investor yang kuat, kita harus mengetahui perusahaan satu per satu. Semua orang bisa seperti itu, asalkan mau baca. Bacalah laporan keuangan emiten satu per satu.

Jadi, Anda tipe investor fundamental?
Saya 100% fundamental karena lihat manajemennya atau pertumbuhan perusahaan. Kalau teknikal, hanya grafik, semuanya diabaikan. Saya yakin itu tidak benar. Tapi memang harus selektif. Dari 400-an saham yang ada di bursa domestik, cukup banyak yang fundamentalnya bagus. Terkadang, ada yang terjebak.

Anda tidak memantau pergerakan harga saham setiap saat?
Kenapa kita pusing? Karena kita beli saham yang tidak kita ketahui. Ada yang tidak bisa tidur karena PER sahamnya 100 kali atau 200 kali. Lalu, kenapa kita tidak bisa tidur kalau PER-nya hanya lima kali?

Bukankah investor sering terbawa arus karena faktor nonfundamental?

Saya lihat investor di pasar modal kebanyakan ikut-ikutan. Saat market mengalami booming, semua masuk. Saat market buang-buang saham, mereka ikut-ikutan. Mayoritas hanya ikut-ikutan dan tidak mengerti apa yang dibeli. Jadi, belajarlah dari orang yang memang sudah berhasil dan ikuti langkahnya. Jangan percaya saat ada iklan yang bilang dapat untung besar saat indeks turun. Kalau bisa seperti itu, hebat sekali. Bahkan, orang sekelas Warren Buffett saja, saat pasar saham AS turun, dia juga mengalami kerugian.

Anda berinvestasi pada instrument selain saham?
Tidak, hanya saham. Hampir semua uang saya ada di pasar modal. Dana tunai saya hanya 15%, sisanya portofolio saham. Kenapa saya sisakan segitu? Itu untuk antisipasi kalau pasar modal kita jatuh, sehingga saya masih bisa beli saham lagi.

Dari mana Anda membiayai kebutuhan hidup sehari-hari?

Saya bisa hidup dari dividen yang saya terima. Misalnya harga saham suatu emiten yang saya beli bulan lalu Rp 610, sekarang harganya Rp 2.375, kemudian saya jual. Awalnya saya berniat menahannya untuk jangka panjang. Tapi kalau untungnya sudah sampai 300% dalam sebulan, saya lepas. Untuk emiten yang bagus sekali, tetap saya keep untuk jangka panjang. Kalau emitennya kurang meyakinkan dan naiknya signifikan, lebih baik saya lepas.

Saat krisis moneter 1997-1998 dan krisis finansial 2008, Anda mengalami kerugian juga?
Saya sempat mengalaminya juga. Waktu krisis 2008, saya sempat jatuh, tapi tetap be greedy when others are fearful. Malah sewaktu krisis 1997-1998, saya sempat jatuh hingga uang saya tinggal 15%. Tapi uang itu saya tukar ke saham, karena saya tahu pasar modal akan naik lagi. Dan, itu terbukti. Akhirnya uang saya meningkat 150.000%.

Bagaimana Anda menyikapi perkembangan harga saham saat ini, terutama yang terkait dengan krisis utang di Eropa dan krisis finansial di AS?
Saat IHSG terkoreksi, wajar saja kalau nilai portofolio saya ikut turun. Tetapi ketika turun, saya sama sekali tidak ikut-ikutan menjual, bahkan saya membeli dan menambah saham saya, karena saya yakin satu hari saham-saham saya akan naik kembali, bahkan dapat lebih tinggi dari sebelumnya.

Apa filosofi hidup Anda?

Filosofi hidup saya adalah bagaimana saya bisa menjadi kaya sambil tidur. Karena di perusahaan status saya adalah sleeping partner, saya tidur tetapi saham-saham perusahaan saya bekerja buat saya secara dahsyat. Getting rich while sleeping. Saya pakai waktu saya delapan jam untuk tidur, selebihnya saya pakai untuk bersenang-senang dan mengerjakan apa yang saya sukai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar